Loading...
ESMOD Jakarta News Header
NEWS

ESMOD Jakarta Hadir Mengisi Sesi dalam Bootcamp ASIK Program Kementerian Ekonomi Kreatif

Deskripsi Gambar
Categories

NEWS AND ARTICLES

Posted Date

11 Nov 2025

Politeknik Kreatif Indonesia (ESMOD Jakarta) mengisi materi Bootcamp Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia di hari ke-3 yaitu pada Kamis 6 November 2025, dan juga mengisi penutup di hari terakhir pada Sabtu 8 November 2025. Bootcamp ini merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (kemenekraf) yang diberi nama bootcamp ASIK (Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia). Bootcamp ini berlangsung pada 4 November - 8 November di Hotel The 101 Suryakencana, Bogor. Sebelumnya, program Inkubasi Fesyen Jabodetabek telah melalui tahap open call, seleksi berbasis data jenama di Ekraf Hub, serta kurasi dan wawancara. Dari berbagai pendaftar, terpilih kurang lebih 20 pegiat fesyen yang mengikuti pelatihan intensif selama lima hari.
Pada hari ke-3, ESMOD Jakarta menghadirkan pembahasan mengenai pentingnya Market Intelligence bagi UMKM fesyen untuk memahami konsumen, kompetitor, serta tren industri sebelum melakukan ekspansi ke pasar global. Sub-tema Global Market Analysis dibawakan oleh Angela Annabel yang merupakan dosen dari ESMOD Jakarta. Ia menjelaskan langkah-langkah utama analisis pasar, yaitu menentukan produk dan segmen, memilih pasar potensial, mengumpulkan data melalui sumber seperti Trade Map dan media industri, serta menilai kelayakan produk menggunakan prinsip Fit - Feasible - Profitable untuk memastikan kesiapan ekspor. Selain itu, ia memperkenalkan 90-Day Export Readiness Plan yang mencakup riset pasar, penyesuaian produk dan label sesuai standar ekspor, strategi harga, hingga persiapan peluncuran produk dan uji pengiriman.
 
 
Kemudian materi dilanjutkan oleh Toto Dwitarwasto, dosen ESMOD Jakarta, yang menerangkan mengenai sub-tema Global Competition. Dalam hal ini, UMKM Fesyen perlu memastikan bahwa produk yang ditawarkan benar-benar kuat, menarik, dan sesuai kebutuhan konsumen di pasar tujuan, bukan hanya sekadar mampu diproduksi. Dari sudut pandang merchandising, daya saing global memerlukan penerapan proses pengembangan produk yang terstruktur, mulai dari memahami standar kualitas negara tujuan melalui contoh koleksi yang ada, menyusun detail description dan 7 merchandise specifications (termasuk bahan, konstruksi, ukuran, finishing, dan label), menyesuaikan biaya dengan quotation garment, hingga melalui tahapan pembuatan sampel yang sistematis seperti proto sample; first sample; size set sample; pre-production sample; shipment sample. Ia menekankan bahwa proses ini harus berlanjut sampai produk siap ekspor dan diterima buyer, termasuk memahami skema pembayaran internasional seperti Letter of Credit agar brand tetap terlindungi dan transaksi berjalan aman.
 
 
Pembahasan berikutnya disampaikan oleh Angelina, dosen ESMOD Jakarta, yang menyampaikan mengenai Consumer Preferences & Culture, dalam sub-tema ini juga dijelaskan mengenai label produk buatan Indonesia. Kekuatan utama UMKM Indonesia ada pada budaya, karena perilaku konsumen tidak hanya ditentukan oleh fungsi produk, tetapi juga oleh emosi, identitas, dan nilai budaya yang melekat di dalamnya. Oleh karena itu, UMKM perlu membangun branding berbasis cerita (storytelling) yang menerjemahkan warisan lokal menjadi makna yang relevan bagi konsumen, baik di dalam maupun luar negeri. Dalam konteks pasar global, strategi glocalization menjadi penting yaitu tetap membawa keaslian budaya, namun menyesuaikan komunikasi dan estetika agar dapat diterima secara internasional. Pendekatan ini memungkinkan produk “Made in Indonesia” tidak hanya dilihat sebagai barang, tetapi sebagai pengalaman dan kebanggaan yang memiliki nilai emosional dan daya saing global.
 
 
Di hari terakhir, acara ditutup dengan kegiatan presentasi yang dinilai oleh dua orang praktisi industri kreatif, serta dua kampus mode di Indonesia, salah satunya yaitu ESMOD Jakarta, yang diwakili oleh Stella Budiarjo selaku Kaprodi Desain Mode ESMOD Jakarta dan Marco Sianturi selaku Kaprodi Bisnis Kreatif ESMOD Jakarta, untuk memberikan feedback kepada seluruh peserta yang telah menyusun atau merancang pitch untuk menyasar pasar Global dari berbagai materi dan ilmu yang mereka dapatkan dalam bootcamp ini.
 
Politeknik Kreatif Indonesia (ESMOD Jakarta) berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Kemenekraf untuk turut berperan dalam program ini. Kami senang dapat berbagi dan belajar bersama para pelaku UMKM fesyen, dan berharap kolaborasi ini dapat mendukung langkah mereka dalam memperluas peluang dan berdaya saing di pasar global.
 



Share to:

Any questions related to ESMOD Jakarta?
Click to WhatsApp Us